Sabtu, 21 Januari 2017

ASMIDA: Tegas Dalam Aqidah: Pembelajaran dari Buya Hamka

Tegas Dalam Aqidah: Pembelajaran dari Buya Hamka
Oleh:
Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd / Fhoto Tahun 2016 saat Menunaikan Ibadah Haji, Terimekasih Allah

Tegas dalam Aqidah, merupakan hal yang paling pokok yang disampaikan dalam ceramah agama yang penulis simpulkan saat mengikuti acara ceramah di stasiun tv one pada hari sabtu tgl 21 januari 2017, kalimat ini mengantar penulis pade fatwa yang disampaikan oleh Buya Hamka diantaranya dalam situs http://tazkiyyatunnafs.blogspot.co.id/2009/01/tegas-dalam-aqidah yang judulnya sama dengan yang penulis cari yaitu “tegas dalam aqidah”, disinilah penulis membaca tentang fatwa pelarangan bagi muslim mengikuti perayaan natal bersama, hal tersebut juga didapat dalam situs http://www.nahimunkar.com/fatwa-tegas-dari-ulama-buya-hamka/ akan ketegasan buya dalam menegakkan aqidah seperti dalam fatwanya untuk melindungi aqidah ummatnya. Saat berkhutbah di Mesjid Al- Azhar Buya Hamka mengingatkan kafir hukumnya jika mereka mengikuti perayaan natal bersama. Ketegasan dalam aqidah membuat seorang Ulama Buya Hamka mengundurkan diri dari jabatan ketua umum MUI dari pada mencabut fatwa tersebut, hal ini juga ditulis di Wikipedia tentang Abdul Malik Karim Amrullah-Wikipedia. Keteguhan seorang Buya Hamka inilah yang patut menjadi contoh pembelajaran dalam menyikapi berbagai gelombang hingar bingar negeri belakangan ini yaitu Tegas Dalam Aqidah.

Rabu, 18 Januari 2017

ASMIDA: Ruas: Banyak hal yang tidak bisa dipelajari

Ruas: Banyak hal yang tidak bisa dipelajari
oleh:

Dra. Hj. Raja Muda Asmida, M. Pd, fhoto kenangan saat menunaikan ibadah haji th 2016, terimakasih Allah.

Banyak hal yang tidak bisa dipelajari diberbagai bangku pendidikan baik formal maupun non formal tapi dia ada dan tidak akan pernah hilang selagi Allah masih memberikan dan mengizinkan kita untuk menikmati dunia ini saat kita singgah dengan segala konsekuensinya, mungkin ade yang bertanye, " begitu banyakkah atau seberape banyak",  pertanyaan yang manis tapi tetap tidak menghasilkan yang manis, " mengape" ya karene memang tidak manis, bukankah terlampau manis pade akhirnye menjadi pahit.